Minggu, 15 Maret 2015

perkembangan model atom menurut para ahli

Perkembangan Model Atom
Menurut demokritus :
•    Semua benda yang ada di alam ini tersusun atas partikel – partikel kecil, yang tidak dapat dilihat, dan tidak dapat dibelah (dibagi) yang disebut atom.
•    Atom – atom terbuat dari bahan yang sama, tetapi atom – atom dan unsur – unsur yang berbeda mempunyai perbedaan bentuk, ukuran, berat, susunan, dan posisi. Ukuran, bentuk, dan susunan atom – atom suatu zat menentukan sifat – sifat zat tersebut.
Menurut John Dalton (1766 – 1844)
•    Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
•    Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom – atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
•    Atom – atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
•    Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom – atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Menurut J.J. Thomson
•    Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan padanya tersebar partikel – partikel bermuatan negatif (elektron).
•    Model atom thomson ini dikenal dengan sebutan “model roti kismis” karena menurut Thomson penyebaran elektron pada atom layaknya penyebaran kismis pada roti
Menurut E. Rutherford (1871 – 1931)
•    Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif. Inti atom mengadung hampir seluruh massa atom dan dikelilingi oleh elektron – elektron yang bermuatan negatif seperti model tata surya.
•    Secara keseluruhan atom bersifat netral karena jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif
•    Selama mengelilingi, inti, gaya sentripetal pada elektron dalam suatu atom terbentuk dari gaya tarik – menarik antara elektron dengan inti atom (gaya Coulomb).
Menurut Niels Bohr (1885 – 1962)
•    Elektron – elektron pada atom mengelilingi inti pada lintasan tertentu yang disebut lintasan stasioner tanpa menyerap atau melepaskan energi dan elektron – elektron tersebut mempunyai momentum sudut yang biasanya merupakan kelipatan dari h/2π.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar